1 Februari 2026

Sekilas Jatim – Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali mengalami erupsi. Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Kota Bukittinggi melaporkan bahwa kolom abu akibat letusan yang terjadi pada pukul 08.42 WIB tidak dapat teramati karena tertutup awan.

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh PGA, letusan gunung setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL) tersebut memiliki amplitudo maksimum sebesar 30,5 milimeter dengan durasi sekitar satu menit dua detik. Letusan ini juga disertai dengan suara dentuman keras yang terdengar hingga ke beberapa wilayah di sekitarnya.

Sejumlah warga di Kota Padang Panjang, Koto Baru, Nagari Sungai Pua, hingga daerah Panganak di Kota Bukittinggi turut mendengar suara gemuruh akibat aktivitas vulkanik tersebut. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat, mengingat aktivitas Gunung Marapi yang belakangan ini semakin meningkat.

Salah seorang warga Bukittinggi, Asna, mengungkapkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, gunung tersebut telah mengalami erupsi berkali-kali. Ia juga menambahkan bahwa setiap kali terjadi letusan, suara dentuman yang keras sering kali menyertainya, disertai dengan hujan abu yang menyelimuti wilayah sekitarnya.

Merujuk pada data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), saat ini status Gunung Marapi berada pada Level II atau Waspada. Dengan status tersebut, sejumlah rekomendasi telah dikeluarkan untuk mengurangi risiko bencana bagi masyarakat.

PVMBG mengingatkan bahwa masyarakat, pendaki, maupun pengunjung dilarang untuk memasuki kawasan dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi, yaitu Kawah Verbeek. Selain itu, masyarakat yang tinggal di daerah sekitar lembah serta aliran sungai yang berhulu di puncak gunung juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya banjir lahar hujan, terutama pada musim hujan seperti saat ini.

Sejak beberapa bulan terakhir, aktivitas vulkanik Gunung Marapi memang mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Masyarakat di sekitar kawasan tersebut diimbau untuk terus mengikuti informasi terbaru yang disampaikan oleh pihak berwenang agar dapat mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi.

Sebagai salah satu gunung api aktif di Sumatera Barat, Gunung Marapi memiliki riwayat letusan yang cukup panjang. Oleh karena itu, langkah-langkah mitigasi yang tepat perlu terus dilakukan guna mengurangi dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.

Dengan kondisi yang masih fluktuatif, pihak terkait terus memantau aktivitas gunung ini guna memastikan keselamatan warga. Diharapkan, masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan serta mematuhi seluruh rekomendasi yang telah diberikan demi menghindari risiko yang lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *