1 Februari 2026

Sebanyak 14 warga mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar bau dari fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar atau Refuse Derived Fuel (RDF) Plant di Rorotan, Jakarta Utara. Gangguan kesehatan yang dialami warga meliputi infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan infeksi mata.

Sekilas Jatim – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan terbaru, terdapat 11 orang yang mengalami ISPA, sementara tiga orang lainnya mengalami infeksi mata. Setelah menghadiri peresmian Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Semper, Cilincing, Jakarta Utara, ia menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk mengunjungi warga yang terdampak dan memberikan penanganan medis.

Menanggapi peristiwa ini, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa pemerintah daerah akan bertanggung jawab penuh atas dampak kesehatan yang dialami oleh warga. Ia mengakui bahwa permasalahan ini merupakan kesalahan dari pihaknya dan telah meminta maaf atas kejadian tersebut. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk memastikan bahwa semua warga yang terdampak akan mendapatkan penanganan kesehatan yang layak.

Fasilitas RDF Plant di Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, direncanakan akan diresmikan pada April 2025. Sebelum resmi beroperasi, berbagai perbaikan dan penyempurnaan terus dilakukan oleh pemerintah agar fasilitas tersebut dapat berjalan dengan optimal tanpa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar.

Namun, ketika proses pengujian fasilitas dilakukan beberapa waktu lalu, warga setempat mulai mengeluhkan bau menyengat yang berasal dari RDF Plant Jakarta. Bau tersebut menyebabkan ketidaknyamanan dan berdampak pada kesehatan warga, terutama anak-anak.

Menanggapi keluhan ini, Project Manager Pembangunan RDF Plant Jakarta dari KSO Wika-Jaya Konstruksi, Angga Bagus, menjelaskan bahwa munculnya bau di sekitar fasilitas tersebut disebabkan oleh sistem Advanced Oxidation Process (AOP) atau proses oksidasi pada deodorizer yang belum beroperasi secara maksimal. Ia memastikan bahwa timnya sedang berupaya untuk mengoptimalkan pengaturan unit tersebut agar masalah bau dapat segera teratasi.

Pihak Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga telah dikoordinasikan untuk melakukan kunjungan ke wilayah terdampak dan memastikan kondisi kesehatan warga, terutama anak-anak yang diketahui paling rentan terhadap pencemaran udara.

Berdasarkan informasi yang diterima, mayoritas warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat bau RDF Plant adalah anak-anak. Mereka mengalami masalah pernapasan serta iritasi pada mata akibat paparan udara yang dihasilkan selama tahap uji coba fasilitas tersebut.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan masyarakat sekitar. Ke depannya, diharapkan pihak terkait dapat segera menyelesaikan masalah ini sebelum RDF Plant beroperasi secara penuh. Pemerintah juga diminta untuk memastikan bahwa teknologi yang digunakan dalam fasilitas pengolahan sampah ini benar-benar aman bagi lingkungan dan tidak membahayakan kesehatan warga sekitar.

Masyarakat Rorotan berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi permasalahan ini, sehingga fasilitas RDF Plant dapat berjalan sesuai fungsinya tanpa menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *