5 April 2025
China Menanggapi Pertemuan Menteri Luar Negeri AS

Sumber: antaranews.com

Sekilas Jatim – Pemerintah China mengungkapkan harapannya agar pertemuan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, dengan para mitranya dari Jepang, Australia, dan India di Washington tidak bertujuan untuk menargetkan negara lain. Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Beijing pada Rabu (22/1), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyatakan bahwa kerja sama antara negara-negara seharusnya tidak boleh diarahkan untuk melibatkan pihak ketiga. Ia menjelaskan bahwa tujuan kerja sama internasional seharusnya untuk membangun hubungan yang positif dan saling menguntungkan, bukan untuk menargetkan atau merugikan negara lain.

Mao Ning menyampaikan pernyataan ini sebagai respons atas pertemuan yang berlangsung pada Selasa (21/1) di Washington, di mana Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengadakan pertemuan terpisah dengan Menteri Luar Negeri Jepang, Takeshi Iwaya, Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, dan Menteri Luar Negeri India, Subrahmanyam Jaishankar. Mao juga menegaskan bahwa keterlibatan dalam politik kelompok atau konfrontasi blok tidak akan membawa perdamaian dan keamanan jangka panjang. Hal tersebut, menurutnya, justru bisa mengganggu perdamaian dan stabilitas kawasan Asia-Pasifik serta dunia secara keseluruhan.

Mao Ning menambahkan bahwa aktivitas China di wilayah yang relevan dengan perairannya adalah sah dan sepenuhnya dapat dibenarkan. Dia berharap agar negara-negara terkait dapat bekerja sama lebih lanjut untuk membangun rasa saling percaya dan meningkatkan kerja sama antarnegara, yang akan lebih menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat. Dia juga menekankan pentingnya mempertahankan stabilitas dan perdamaian, baik di kawasan Asia-Pasifik maupun di dunia secara umum.

Menurut keterangan yang diberikan oleh Departemen Luar Negeri AS pada Selasa (21/1), dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, Rubio membahas berbagai upaya untuk melanjutkan kerja sama keamanan melalui AUKUS dan inisiatif pertahanan bilateral. Mereka juga membicarakan penguatan kemitraan kedua negara dalam hal mineral penting serta keamanan rantai pasokan global. Sebagai bagian dari aliansi AUKUS, yang dibentuk pada tahun 2021, AS, Inggris, dan Australia bersama-sama mengembangkan kapal selam bertenaga nuklir untuk Angkatan Laut Australia, yang telah menjadi topik hangat dalam hubungan internasional.

Sementara itu, dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri India, Subrahmanyam Jaishankar, Rubio menekankan pentingnya hubungan ekonomi antara kedua negara, serta kolaborasi dalam mengatasi masalah terkait migrasi ilegal. Pemerintahan AS sebelumnya telah mengeluarkan beberapa kebijakan untuk memberantas imigrasi ilegal, yang juga mencakup imigran asal India, dengan tujuan untuk memperketat pengawasan terhadap orang asing yang masuk ke AS secara ilegal.

Selain itu, dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Jepang, Takeshi Iwaya, Rubio dan Iwaya membahas berbagai cara untuk melawan ancaman yang ada di kawasan Indo-Pasifik dan di seluruh dunia. Mereka berbicara mengenai upaya bersama untuk mengatasi tindakan destabilisasi yang dilakukan oleh China, serta kekhawatiran atas kerja sama politik dan keamanan antara Korea Utara dan Rusia, termasuk dukungan China terhadap sektor industri pertahanan Rusia.

Sebelumnya, para Menteri Luar Negeri dari negara-negara Quad juga mengadakan pertemuan gabungan. Quad sendiri merupakan kelompok empat negara, yakni Jepang, India, Australia, dan Amerika Serikat, yang bertujuan untuk memperkuat hubungan ekonomi dan meningkatkan perdamaian serta keamanan di kawasan Indo-Pasifik. Pada kesempatan tersebut, Rubio mengungkapkan komitmennya untuk memperkuat kerja sama di kawasan Indo-Pasifik, baik dalam hal peluang ekonomi maupun stabilitas kawasan.

Dengan adanya pertemuan-pertemuan ini, jelas bahwa Amerika Serikat bersama negara-negara mitranya semakin memperkuat aliansi mereka untuk mengatasi berbagai tantangan keamanan dan ekonomi global. Namun, dalam hal ini, China mengingatkan agar kerja sama internasional tidak diarahkan untuk merugikan pihak ketiga, serta tetap menjaga perdamaian dan stabilitas di tingkat global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *