1 Februari 2026

Sekilas Jatim – Penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa hari lalu menjadi salah satu topik yang dibahas oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyinggung beberapa menteri yang tampak khawatir dengan kondisi pasar saham yang merosot.

Saat menyampaikan arahannya kepada para menteri, wakil menteri, dan kepala lembaga, Prabowo menegaskan bahwa fluktuasi harga saham merupakan hal yang wajar dalam dunia investasi. Ia menyatakan bahwa yang terpenting adalah kestabilan pangan dan keamanan negara tetap terjaga. Meski begitu, ia tidak bisa menahan diri untuk bercanda dengan menyebutkan beberapa menteri yang terlihat stres akibat penurunan IHSG.

Dalam sidang tersebut, Prabowo menyebut Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, serta Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, sebagai dua pejabat yang tampak terpengaruh oleh anjloknya harga saham. Ia terlihat mencari posisi duduk kedua menteri tersebut dan menyebut bahwa hanya sebagian kecil dari peserta sidang yang benar-benar merasa cemas dengan kondisi pasar modal.

Tidak hanya Maruarar dan Trenggono yang menjadi sorotan, Prabowo juga menyebut Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko. Namun, berbeda dengan dua menteri sebelumnya, Budiman dianggap tidak terpengaruh dengan kondisi IHSG karena tidak memiliki investasi di pasar saham. Pernyataan ini disampaikan oleh Prabowo dengan nada bercanda, yang kemudian diikuti dengan gelak tawa dari peserta sidang.

Selain itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Kepala BKPM/Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, juga menjadi bagian dari perbincangan dalam sidang tersebut. Ketika beberapa menteri menyebut nama Amran, Prabowo segera menepis bahwa Amran tidak akan terpengaruh karena tidak bermain di pasar saham. Namun, ketika giliran nama Rosan disebutkan, Prabowo tidak memberikan respons serius, seolah menganggap Rosan tidak terlalu terdampak oleh penurunan IHSG.

IHSG sendiri mengalami penurunan tajam pada Selasa, 18 Maret, dengan penurunan lebih dari 5 persen, yang menyebabkan Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara perdagangan atau trading halt pada pukul 11:19:31 WIB dalam sistem Jakarta Automated Trading System (JATS).

Saat sesi perdagangan pertama ditutup siang hari, IHSG tercatat melemah 395,87 poin atau turun sebesar 6,12 persen ke posisi 6.076,08. Indeks LQ45 juga mengalami penurunan 38,27 poin atau 5,25 persen ke level 691,08.

Pada akhir sesi perdagangan sore harinya, IHSG kembali mencatatkan pelemahan sebesar 248,56 poin atau 3,84 persen, menutup perdagangan di posisi 6.223,39.

Penurunan tajam ini menjadi perhatian banyak investor, termasuk beberapa pejabat negara. Namun, bagi Presiden Prabowo, pergerakan pasar saham adalah sesuatu yang dinamis dan tidak perlu terlalu dikhawatirkan, selama fondasi ekonomi negara tetap kuat. Sambil berkelakar, ia menunjukkan bahwa tidak semua menteri terpengaruh oleh fluktuasi IHSG, terutama mereka yang tidak memiliki investasi di pasar saham.

Dengan gaya kepemimpinannya yang santai namun tetap fokus pada isu utama, Prabowo kembali menunjukkan bahwa stabilitas nasional lebih penting daripada sekadar gejolak di pasar modal. Hal ini mengirimkan pesan bahwa pemerintah tetap berkomitmen menjaga ekonomi negara tetap stabil, meskipun pasar saham sedang mengalami turbulensi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *