
Sumber: akurat.co
Sekilas Jatim – Populix, melalui platform Popline, baru-baru ini merilis peringkat program magister universitas di Indonesia. Peringkat ini mencakup berbagai program studi dari universitas negeri dan swasta di seluruh Indonesia, yang dibagi berdasarkan rumpun ilmu dan program studi masing-masing. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih jelas bagi calon mahasiswa mengenai pilihan program magister terbaik di Indonesia.
Agus Gumilar, yang menjabat sebagai Ketua Kelompok Kerja Akademi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), mengapresiasi rilis peringkat ini. Menurutnya, pemeringkatan ini sangat bermanfaat karena dapat menjadi acuan penting bagi calon mahasiswa dalam memilih universitas terbaik. Selain itu, ia menyebutkan bahwa pemeringkatan tersebut juga berfungsi sebagai panduan bagi universitas dalam mengidentifikasi keunggulan program mereka, serta memperbaiki kekurangan yang ada.
Agus Gumilar menambahkan bahwa dengan adanya Peringkat Program Magister Universitas di Indonesia, diharapkan dapat mendukung peningkatan jumlah lulusan S2 serta meningkatkan kualitas pendidikan magister di seluruh negeri. Hal ini akan membantu mempersiapkan tenaga profesional yang kompeten, yang sangat dibutuhkan di berbagai sektor di Indonesia.
Raymond Tjipto, Vice President of Strategy and Business Operations Populix, menjelaskan bahwa penyusunan pemeringkatan ini didasarkan pada diskusi mendalam bersama sejumlah narasumber ahli. Narasumber tersebut terdiri dari akademisi yang berasal dari berbagai universitas serta perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti), yang bertugas untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia. Masukan dari para ahli ini kemudian digunakan oleh Populix untuk menentukan indikator dan variabel penilaian dalam penyusunan peringkat.
Pemeringkatan dilakukan dengan mengumpulkan data dari universitas negeri dan swasta, termasuk data tentang jumlah publikasi ilmiah dan sitasi, yang diperoleh dari Pangkalan Data Dikti dan SINTA pada Juni 2024. Untuk menjaga keakuratan dan menghindari bias, Populix juga memanfaatkan data sekunder yang mencakup semua universitas dengan program S2. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dan dinilai berdasarkan asas Tridharma Perguruan Tinggi, yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam peringkat berdasarkan rumpun ilmu, sejumlah universitas menempati posisi teratas. Untuk rumpun ilmu Agama, Universitas Muhammadiyah Jakarta menduduki peringkat tertinggi. Sedangkan untuk rumpun Ekonomi, Universitas Mercu Buana berhasil meraih posisi teratas. Di rumpun Humaniora, Universitas Negeri Medan dan Universitas Warmadewa berbagi posisi teratas. Untuk rumpun Kesehatan, Universitas Alma Ata tercatat sebagai universitas terbaik, sementara di rumpun MIPA, Universitas Gadjah Mada menempati peringkat pertama.
Selain itu, beberapa universitas lain juga menonjol di berbagai rumpun ilmu lainnya. Misalnya, untuk rumpun Ilmu Pendidikan, Institut Teknologi Bandung meraih peringkat tertinggi, sedangkan Universitas Indonesia menempati posisi pertama dalam rumpun Pertanian. Di rumpun Seni, Universitas Sumatera Utara berhasil meraih peringkat terbaik, sementara untuk rumpun Sosial, Universitas Islam Sultan Agung tampil unggul. Dalam rumpun Teknik, Universitas Bina Nusantara berhasil memperoleh posisi teratas.
Peringkat ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kualitas program magister di berbagai universitas di Indonesia, dan memberikan panduan berharga bagi calon mahasiswa yang tengah mempertimbangkan untuk melanjutkan studi ke jenjang magister. Dengan adanya informasi tersebut, diharapkan calon mahasiswa dapat lebih mudah menentukan pilihan universitas dan program studi yang sesuai dengan tujuan karier mereka. Selain itu, universitas-universitas juga akan terdorong untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan yang mereka tawarkan.
Secara keseluruhan, pemeringkatan ini memiliki dampak positif baik bagi mahasiswa maupun universitas itu sendiri. Bagi mahasiswa, informasi ini dapat mempermudah mereka dalam memilih program magister yang berkualitas, sementara bagi universitas, pemeringkatan ini dapat menjadi sarana untuk mengevaluasi serta memperbaiki program-program yang ada guna menghasilkan lulusan yang lebih kompeten dan siap menghadapi tantangan global.