5 April 2025
Gempa Kolaka Sultra: Tiga Kali Susulan, Tidak Berpotensi Tsunami

Sumber: antaranews.com

Sekilas Jatim – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa tiga kali gempa susulan mengguncang Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, pada Jumat malam. Gempa-gempa tersebut terdeteksi di daratan dan terjadi dalam rentang waktu hingga pukul 22.00 WITA.

Direktur Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyebutkan bahwa kekuatan gempa susulan tersebut berada di kisaran magnitudo 3,2 hingga 2,6. Sebelumnya, BMKG telah mencatat gempa utama yang berkekuatan 4,9 magnitudo pada pukul 21.37 WITA.

Menurut data terbaru, pusat gempa utama ini terletak di darat dengan kedalaman 10 kilometer. Lokasinya berada di koordinat 4.06 LS dan 121.81 BT, sekitar 4,8 kilometer di barat tenggara Lalolae, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Berdasarkan analisis, gempa ini tergolong gempa dangkal yang disebabkan oleh aktivitas Sesar Kolaka.

Guncangan akibat gempa ini dirasakan di sejumlah wilayah dengan skala intensitas II-IV MMI. Skala ini menunjukkan tingkat guncangan yang berbeda-beda, mulai dari yang dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah hingga menyebabkan gerabah pecah dan pintu berderik. Beberapa daerah terdampak antara lain Kolaka Timur, Kolaka, Kolaka Utara, Bombana, Lasusua, Kendari, Konawe, Konawe Selatan, dan Konawe Utara.

Hasil pemodelan BMKG menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Informasi ini memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa gempa tersebut tidak akan menyebabkan gelombang besar yang dapat membahayakan kawasan pesisir.

BMKG juga menerima laporan dari masyarakat bahwa gempa ini menyebabkan kerusakan ringan pada dinding Rumah Sakit SMS Berjaya di Kolaka. Namun, Daryono menyatakan bahwa informasi terkait dampak kerusakan ini masih perlu diverifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang di Sulawesi Tenggara untuk memastikan data yang akurat.

Sebagai langkah mitigasi, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap gempa susulan yang mungkin masih terjadi. BMKG menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi, termasuk mengetahui lokasi aman dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.

Gempa susulan ini menunjukkan bahwa aktivitas tektonik di kawasan Sesar Kolaka masih aktif. Oleh karena itu, BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah tersebut. Informasi terbaru terkait gempa akan selalu disampaikan kepada masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi resmi.

Kejadian ini juga menjadi pengingat akan pentingnya peran masyarakat dalam melaporkan dampak gempa bumi, baik dari segi kerusakan maupun tingkat guncangan yang dirasakan. Data dari masyarakat sangat membantu BMKG dalam menganalisis dan memperbarui informasi gempa secara real-time.

Meski tidak berpotensi tsunami, pemerintah daerah dan masyarakat tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak lainnya, seperti kerusakan infrastruktur yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari. Dengan koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, diharapkan penanganan dampak gempa ini dapat dilakukan secara efektif dan cepat.

Upaya mitigasi bencana seperti edukasi terkait gempa bumi dan simulasi tanggap darurat juga perlu terus ditingkatkan di wilayah-wilayah rawan gempa. Langkah ini penting untuk mengurangi risiko kerugian yang lebih besar jika gempa dengan skala lebih besar terjadi di masa mendatang.

Dengan informasi yang akurat dan kerja sama antara BMKG, pemerintah daerah, dan masyarakat, penanganan dampak gempa di Kolaka diharapkan dapat berjalan lancar, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesiapsiagaan bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *