Sekilas Jatim – Seorang remaja laki-laki berinisial RAH menjadi korban penganiayaan sekaligus perampasan kendaraan setelah berpamitan kepada orang tuanya untuk mengikuti kegiatan berbagi takjil di kawasan Pademangan, Jakarta Utara. Kejadian tersebut berlangsung pada Minggu (16/3) sekitar pukul 19.00 WIB dan baru dilaporkan ke pihak kepolisian dua hari kemudian, tepatnya pada Selasa (18/3).
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, korban sempat meminta izin kepada orang tuanya untuk bergabung dengan teman-temannya dalam kegiatan berbagi takjil berbuka puasa di Jalan Griya Utama, Pademangan Timur, Jakarta Utara. Namun, saat kembali ke rumah, kondisi korban justru mengkhawatirkan karena mengalami luka-luka dan harus diantar oleh seorang temannya.
Korban tiba di rumah dalam keadaan terluka dengan darah yang masih mengalir. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, tubuhnya mengalami beberapa cedera serius, di antaranya luka tusuk di bagian punggung, memar pada mata sebelah kiri, serta lecet di tangan kiri. Salah satu teman korban menyampaikan bahwa remaja tersebut telah menjadi sasaran penganiayaan oleh orang tak dikenal dan motornya turut dirampas.
Mendapati anaknya dalam kondisi demikian, orang tua korban segera membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Setelah itu, mereka langsung melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian agar bisa ditindaklanjuti.
Pihak kepolisian saat ini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas pelaku serta motif di balik aksi kejahatan ini. Kasus tersebut kini telah ditangani oleh Polres Metro Jakarta Utara.
Insiden ini kembali menjadi peringatan bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati, terutama ketika berada di luar rumah pada malam hari. Kepolisian juga mengimbau agar masyarakat segera melaporkan kejadian serupa demi menjaga keamanan lingkungan dan mencegah tindak kriminal yang dapat merugikan banyak pihak.
